Apa kabarnya nih sobat muslim semua ? semoga rahmat Allah selalu dilimpahkan bagi hamba-Nya yang meminta :). Amiiiin!!
Nggak bosan-bosannya nih Ghia mengingatkan sobat muslim lewat blog. Semoga nggak bosan ya.. ^^
Kali ini Ghia akan membahas sebuah budaya orang-orang sunda yang biasanya dilakukan saat menjelang buka puasa. Ya! Ngabuburit ;).
Pasti sobat muslim udah nggak asing donk sama kata Ngabuburit? Ngabuburit benar-benar menjadi kegiatan positif bagi segelintir orang-orang di Indonesia. Tapi sayangnya, ngabuburit juga malah dijadikan kegiatan yang menyimpang, dan sama sekali nggak bermanfaat. Sebenarnya apa sih makna Ngabuburit itu? dan apa sih yang seharusnya kita lakukan? Yuk, kita simak bahasannya. ^^
NGABUBURIT???
Nggak cuma menurut sobat2 muslim di daerah Cikampek, Jawa Barat ,menurut sobat2 muslim dimanapun berada, Ngabuburit dikenal untuk melepas waktu sore menjelang berbuka puasa. Kegiatannya berupa nongkrong, nonton bareng, jalan ke mall, gosip kanan kiri dari boyband anu sampe ngomongin orangnya, wah… pokoknya banyak deh..Emang sih, nggak semua remaja ngabuburit dengan kegiatan diatas tadi, ada juga dari sebagian sobat muslim mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat. Nah, emangnya yang diatas tadi nggak bermanfaat?
Sobat muslim pasti pernah dengar kalo tidurnya orang muslim di Bulan Suci Ramadhan itu berpahala. Tapi mungkin ada beberapa yang belum tau kalo tidur itu pahala yang paling dikit. Bulan Suci Ramadhan itu adalah bulan penuh berkah. Sayang kalo hari-harinya dilalui dengan hal-hal yang sedikit manfaatnya. Padahal, hanya di bulan inilah pahala ibadah sunnah ganjarannya pahala ibadah wajib.Coba deh, di Bulan Suci Ramadhan, orang yang tidur aja dapat pahala, apalagi orang yang bangun dan melakukan kegiatan, Subhanallah, berlipat-lipat pahalanya. Terus gimana dengan nongkrong bareng temen? shopping? jalan-jalan?
Ghia pernah lihat beberapa fenomena yang benar-benar ironis dan nyata.
Waktu Ghia beli ta'jil ke pusat kota Cikampek, beuuuhh, jalanan udah kayak lautan motor aja. Di kiri, kanan, depan, belakang, kebanyakan muda-mudi. Pakaian? Jangan ditanya. Nggak ada sama sekali kesan Bulan Suci Ramadhan diantara mereka. Sayang banget, moment ngabuburit yang seharusnya dijadikan ajang perburuan pahala, malah jadi ajang pencarian jodoh sesaat.
Itu salah satu hal menyimpang yang merugikan. Soalnya, buat para sobat muslim yang ikhwan, ini adalah sebuah cobaan. hehe..
Ada lagi kerugian dari fenomena Ngabuburit ini. Akibatnya sangat merugikan. Terutama bagi saya sendiri. Ya iyalah. Saya yang niatnya beli ta'jil, malah kehambat sama beberapa motor tanpa tujuan yang menghalangi jalan ku. *curcol..
Belum lagi orang-orang yang punya alasan lain untuk terburu-buru, kan kasian. Satu pelajaran dari fenomena ini adalah, jangan egois. Emangnya ini jalan punya nenek moyang mu?!
Masih ada kerugian berikutnya. Seperti yang selalu Ibu guru PLH Ghia tekankan, "Hemat bahan bakar, untuk anak-cucu kita." Ya, agak menyimpang dikit, Tapi sebenarnya sangat penting.
Mungkin ada bahan bakar motor yang ramah lingkungan. Cuma berapa orang sih yang pake. Kenapa coba? MAHAL! Tau sendiri orang2 jaman sekarang kayak gimana. Akhirnya dipakailah bahan bakar yang murah meriah. Sampai-sampai ada yang dioplos oli, air. Duh, kemana coba sisa pembakarannya? ya jadi asap. Asap yang melanglang buana sampai ke atmosfer bumi, nyari lapisan ozon, terus dibolongin deh. Menurut kabar yang beredar, lubang ozon diatas Indonesia ini sebesar pulau JAWA! bayangkan! Apa akibat dari lubang ozon? Radiasi sinar UV langsung turun ke bumi. Karena penjelasannya sangatlah panjang, coba deh klik http://bbsdlp.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_fireboard&Itemid=152&func=view&id=271&catid=29
Tuh kan dari hal-hal yang tidak bermanfaat di atas tadi malah menjadi hal-hal besar yang sangat merugikan. Padahal banyak kegiatan yang sangat bermanfaat di waktu Ngabuburit ini. Misalnya, masak-masak, terus masakannya di kasih ke orang-orang di jalan, atau panti asuhan. Tadarusan, karena pengen hatam di Bulan Suci Ramadhan. Bantu Ibu di dapur, masak, cuci piring. Saking banyaknya hal-hal baik yang bisa dilakukan, sampai nggak bisa dimuat semuanya hanya dalam 1 artikel.
Ada beberapa dalil yang bisa direnungi tentang permasalahan ini.
1. “Barang siapa mendirikan puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan kebaikan, maka akan diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari – Muslim)
2. “Sesungguhnya puasa itu perisai. Maka jika salah seorang dari kamu berpuasa, jangan berkata keji dan kasar. Kalau dia dicela atau hendak diperangi seseorang, hendaklah ia berkata, sesungguhnya aku sedang berpuasa” (HR Bukhari – Muslim)
3. "Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidaklah mendapatkan dari puasanya melainkan hanya dahaga." (Shahih, HR ad-Darimi)
4. "Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka neraka dijauhkan darinya sepanjang perjalanan seratus tahun." (HR at-Tirmidzi)
5. Banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala kecuali lapar,dan banyak orang yang shalat (malam) tidak mendapat pahalanya kecuali berjaga” (HR Al Hakim) Hadits di atas menganjurkan kita agar meningkatkan kendali diri (self control) agar tidak mengucapkan kata-kata yang keji dan perbuatan-perbuatan yang tercela, terutama di bulan Puasa.
Nah, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi sobat muslim yang suka melaksanakan Ngabuburit di Bulan Suci Ramadhan ini. Dan semoga, sobat2 muslim selalu diberi pencerahan dan hidayah oleh Allah SWT agar selalu terjaga keimanan dan cintanya terhadap Allah SWT. Amin.. ^^
Wassalamu'alaikum wr wb


